Love Triangel
oleh: Sagitri K.R Ayu
Aku Naya, salah satu mahasiswi di
universitas cirebon. Aku tinggal hanya dengan mamah, ayahku meninggal saat aku
masih kelas XI SMA. Aku juga punya sahabat yang sangat baik, mereka dapat
mengerti aku setiap saat. Mereka Dila, Santi dan Mita. Oh yah, Aku punya pacar.
Aku sangat cinta pacarku. Dia bekerja sebagai manager di salah satu perusahaan
di cirebon. Namanya fahri.
Karena hari-harinya dipenuhi dengan
kesibukan, jadi Setiap hari aku dan dia berpacaran melalui telepon. Dia selalu
membuatku bahagia. Apalagi bila waktu liburan tiba, kami pasti bertemu untuk
mengungkap rindu. waaahhhh... itu adalah hari terindah untuk hidup kami selama
satu tahun berpacaran...
Tapi suatu ketika,
“Kring kring” (handphoneku
berbunyi)
Wahhhh..... my beloved boy is calling me
“hello
sayang....” aku membuka percakapan
“halo
juga sayang... sudah makan belum?” balasnya.
“hmmm,
belum, aku menunggumu sayang” manjaku
“beibz,
sedang menelpon siapa?” terdengar olehku suara perempuan dari hp pacarku...
“apa????
Dia siapa sayang.... kok dia memanggilmu dengan sebutan beibz??? Aku bertanya
penasaran.
“ah..
sudah dulu yah... aku sangat sibuk jadi tidak bisa berpacaran lagi dengan
kamu... bye bye....” jawabnya enteng sembari memutuskan aku....
Aku terdiam, bingung, sedih dan galau........
“Oh tuhan.... ini pasti
mimpi!!!!!!!! Ini mimpi!!!!’
Aku seakan tak percaya... seluruh isi kamarku
aku obrak abrik, aku menangis histeris...
Ibuku datang memanggil dan menenangkan aku
“mamah... naya tidak
percaya.... fahri memutuskan naya....”
“sudah sudah..... naya
harus sabar...” mamah menenangkan aku...
Di kampus... aku termenung sendiri di taman
Dila, santi dan mita datang...
“nay, mengapa kamu melamun???”
tanya dila
“aku baru saja diputuskan
pacarku dila...” ucapku dengan nada sendu
“hmmm,.... aku belum mengetahui
pacar kamu. Tapi sudah diputusin duluan... padahal untruk liburan semester ini
kamu sudah janji hendak mengenalkan dia ke aku.... fotonya saja tidak kamu kasih
lihat ke aku.... hmmm, ya sudahlah sahabatku... jangan bersedih... kan masih
ada aku.. dikau yang sabar yah..” hibur santi padaku...
“nay... aku boleh berbagi
kebahagiaan tidak sama kamu..” tutur dila
“ ya boleh, apa itu?”
sembari mengusap air mataku..
“sebenarnya, aku sudah
satu minggu punya pacar?” ungkapnya dengan tersenyum
“waahhh selamat yah...
dengan siapa?” tanya ku...
“fahri...” jawabnya
‘apa?? Fahri???” tanyaku
kaget
“iya... sama yah namanya
sama mantan pacar kamu... tapi tenang kok, pasti beda orangnya,... kan nama
fahri tidak dimiliki satu orang aja... aku bawa fotonya... aku tidak pelit
seperti kamu... sebentar lagi dia juga mau kesini, dia sudah melamar aku.
hehehehehe” ledek dila
Dan ketika dia tunjukkan foto pacarnya... aku
terbelalak
“oh my God dila.......
this is my ex-boyfriend... fahri!!!!” ungkapku tak percaya
“jieh... jangan
sembarangan mengakui pacar orang lain. Ga mungkin!” tuturnya mengelak
“bener itu fahri mantan
pacar aku... jadi... kamu perempuan yang waktu itu ada disamping fahri ketika
dia menelpon aku dan memutuskan aku...”
“ooooooohhhhh jadi kamu yang
dia telpon.... hmmm, sorry ya nay, aku tidak tahu fahri itu mantan pacar kamu,
tapi kamu harus merelakan dia buat aku.... sorry..”
“sudah sudah, jangan
berebut begitu... malu dilihat orang” lerai mita
“dila......!!!!!!!!!!” aku
berteriak sembari meninggalkannya
Tapi ternyata fahri ada di belakangku, dia
kaget dan menarik tanganku.
“maafkan aku naya, aku
mencintai dila..” ucap fahri.
Aku tak peduli... aku hanya berlari, santi
dan mita mengejarku
Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!
“nay... bangun nay....
maafin aku..” dila membangunkanku
“aku dimana?” tanyaku
“kamu dikamar. Tadi ketika
kamu berlari.. kamu tertabrak motor dan pingsan. Jadi langsung dibawa kerumah” Santi
pun menjelaskan
“mereka yang membawa kamu
kesini nay.” Ucap mamah
“naya, aku minta maaf.....
tolong relakan hubungan aku dan dila yah?” Ucap fahri
“apa??” tanya ku kaget,
(tidak segampang itu)
“tolong maafkan kami dan
tolong relakanlah, bulan depan kami akan nikah” ucap dila
“hah??” (oh tuhan...
inikah jalan Mu) aku kaget bukan kepalang
“kalau itu mau kalian, aku
juga minta maaf... semoga kalian berbahagia” ucapku rela tak rela
Akhirnya aku sendiri.... hanya dengan
mamah... ya sudahlah, jika sahabatku bahagia, akupun bahagia...
Tuhan.... pasti ada hikmah dari semua ini..
The end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar