Sabtu, 16 November 2013

CERPEN


Love Triangel

oleh: Sagitri K.R Ayu


Aku Naya, salah satu mahasiswi di universitas cirebon. Aku tinggal hanya dengan mamah, ayahku meninggal saat aku masih kelas XI SMA. Aku juga punya sahabat yang sangat baik, mereka dapat mengerti aku setiap saat. Mereka Dila, Santi dan Mita. Oh yah, Aku punya pacar. Aku sangat cinta pacarku. Dia bekerja sebagai manager di salah satu perusahaan di cirebon. Namanya fahri.
Karena hari-harinya dipenuhi dengan kesibukan, jadi Setiap hari aku dan dia berpacaran melalui telepon. Dia selalu membuatku bahagia. Apalagi bila waktu liburan tiba, kami pasti bertemu untuk mengungkap rindu. waaahhhh... itu adalah hari terindah untuk hidup kami selama satu tahun berpacaran...
Tapi suatu ketika,
“Kring kring” (handphoneku berbunyi)
Wahhhh..... my beloved boy is calling me
“hello sayang....” aku membuka percakapan
“halo juga sayang... sudah makan belum?” balasnya.
“hmmm, belum, aku menunggumu sayang” manjaku
“beibz, sedang menelpon siapa?” terdengar olehku suara perempuan dari hp pacarku...
“apa???? Dia siapa sayang.... kok dia memanggilmu dengan sebutan beibz??? Aku bertanya penasaran.
“ah.. sudah dulu yah... aku sangat sibuk jadi tidak bisa berpacaran lagi dengan kamu... bye bye....” jawabnya enteng sembari memutuskan aku....
Aku terdiam, bingung, sedih dan galau........
“Oh tuhan.... ini pasti mimpi!!!!!!!! Ini mimpi!!!!’
Aku seakan tak percaya... seluruh isi kamarku aku obrak abrik, aku menangis histeris...
Ibuku datang memanggil dan menenangkan aku
“mamah... naya tidak percaya.... fahri memutuskan naya....”
“sudah sudah..... naya harus sabar...” mamah menenangkan aku...
Di kampus... aku termenung sendiri di taman
Dila, santi dan mita datang...
“nay, mengapa kamu melamun???” tanya dila
“aku baru saja diputuskan pacarku dila...” ucapku dengan nada sendu
“hmmm,.... aku belum mengetahui pacar kamu. Tapi sudah diputusin duluan... padahal untruk liburan semester ini kamu sudah janji hendak mengenalkan dia ke aku.... fotonya saja tidak kamu kasih lihat ke aku.... hmmm, ya sudahlah sahabatku... jangan bersedih... kan masih ada aku.. dikau yang sabar yah..” hibur santi padaku...
“nay... aku boleh berbagi kebahagiaan tidak sama kamu..” tutur dila
“ ya boleh, apa itu?” sembari mengusap air mataku..
“sebenarnya, aku sudah satu minggu punya pacar?” ungkapnya dengan tersenyum
“waahhh selamat yah... dengan siapa?” tanya ku...
“fahri...” jawabnya
‘apa?? Fahri???” tanyaku kaget
“iya... sama yah namanya sama mantan pacar kamu... tapi tenang kok, pasti beda orangnya,... kan nama fahri tidak dimiliki satu orang aja... aku bawa fotonya... aku tidak pelit seperti kamu... sebentar lagi dia juga mau kesini, dia sudah melamar aku. hehehehehe” ledek dila
Dan ketika dia tunjukkan foto pacarnya... aku terbelalak
“oh my God dila....... this is my ex-boyfriend... fahri!!!!” ungkapku tak percaya
“jieh... jangan sembarangan mengakui pacar orang lain. Ga mungkin!” tuturnya mengelak
“bener itu fahri mantan pacar aku... jadi... kamu perempuan yang waktu itu ada disamping fahri ketika dia menelpon aku dan memutuskan aku...”
“ooooooohhhhh jadi kamu yang dia telpon.... hmmm, sorry ya nay, aku tidak tahu fahri itu mantan pacar kamu, tapi kamu harus merelakan dia buat aku.... sorry..”
“sudah sudah, jangan berebut begitu... malu dilihat orang” lerai mita
“dila......!!!!!!!!!!” aku berteriak sembari meninggalkannya
Tapi ternyata fahri ada di belakangku, dia kaget dan menarik tanganku.
“maafkan aku naya, aku mencintai dila..” ucap fahri.
Aku tak peduli... aku hanya berlari, santi dan mita mengejarku
Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!
“nay... bangun nay.... maafin aku..” dila membangunkanku
“aku dimana?” tanyaku
“kamu dikamar. Tadi ketika kamu berlari.. kamu tertabrak motor dan pingsan. Jadi langsung dibawa kerumah” Santi pun menjelaskan
“mereka yang membawa kamu kesini nay.” Ucap mamah
“naya, aku minta maaf..... tolong relakan hubungan aku dan dila yah?” Ucap fahri
“apa??” tanya ku kaget, (tidak segampang itu)
“tolong maafkan kami dan tolong relakanlah, bulan depan kami akan nikah” ucap dila
“hah??” (oh tuhan... inikah jalan Mu) aku kaget bukan kepalang
“kalau itu mau kalian, aku juga minta maaf... semoga kalian berbahagia” ucapku rela tak rela
Akhirnya aku sendiri.... hanya dengan mamah... ya sudahlah, jika sahabatku bahagia, akupun bahagia...
Tuhan.... pasti ada hikmah dari semua ini..
The end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar